Good Afternoon..., Saturday, November 25th, 2017 - (UTC+7)
 
 
 
 
 
 
 Articles
Home : Articles

September 03rd, 2012 - 08:00  
JERITAN SI LEA       (0 Comment)

Aku sudah tidak mengetahui banyak tentang daerah tersebut, dimana aku dilahirkan. Saat itu tempat aku dilahirkan sangatlah sempit, gelap dan tidak ada seorang manusiapun yang bermain dengan aku dan keluargaku. Aku masih ingat seorang Bunda dengan bulu yang sangat lembut, tetapi dia sering sakit dan sangat kurus. Dia tidak memiliki banyak susu untuk aku, kakak-kakak serta adik-adikku. Kebanyakan saudara-saudaraku mati mendadak satu persatu.

Sewaktu mereka merenggut aku dari Bundaku, aku merasa sangat ketakutan dan sangat sedih. Gigi susuku saja, pun belum tumbuh saat itu, dan aku masih sangat membutuhkan bundaku, Bunda yang malang, dia saat itu sangat menderita dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Pada saat itu aku mendengar Manusia mengatakan “ Nah .... ini bisa menjadi uang” dan jeritan-jeritan saudara-saudaraku, yang membuatku sangat kalut.

Begitulah pada suatu hari aku dan saudara2ku dimasukan kedalam sebuah kotak dan dibawa. Kami berangkulan satu sama yang lain dan kami merasakan badan-badan kami gemetaran, dan pingsan karena ketakutan. Tidak ada yang datang, untuk membesarkan hati kami. Kesemuanya itu kedengaran, suara-suara yang aneh dan kemudian bau yang beragam - rupanya kami telah tiba disebuah “Petshop”, sebuah toko, dimana banyak sekali jenis binatang, sebagian mengeong, yang lain berkicau, dan ada yang bersiul. Kami juga mendengarkan jeritan sejenisku yang lain. Aku beserta saudara-saudaraku dimasukan kedalam kerangkeng yang sempit dan ber-desak2an.

Kadang-kadang datang orang melihat kami, sering anak-anak kecil, dimana mereka kelihatan sangat senang melihat kami, sepertinya mereka ingin ber-main2 dengan kami. Hari demi hari, kami lewati didalam kerangkeng yang sempit. Kadang-kadang kami dipengang dan dikeluarkan dari kandang dan diangkat tinggi2 untuk diperhatikan. Ada yang ramah dan mengelus-elus kami, tetapi ada juga yang kasar dan menyakiti diri kami. Sering kami mendengar mereka berkata : Oh .... manis sekali, aku mau yang ini, tetapi kemudian orang tersebut pergi berlalu begitu saja.

Kemarin malam salah satu diantara saudara kecilku meninggal. Aku meletakan kepalaku diatas bulunya yang lembut dan merasakan, bagaimana dia dapat hidup didalam tubuh yang sangat kurus dan hanya terbungkus kulit. Sewaktu keesokan paginya mereka mengambil saudaraku dari kerangkeng sambil berkata mereka kelihatannya sakit, seharusnya dijual lebih murah, agar kita dapat melepas semuanya dengan segera. Tidak ada yang memperhatikan tangisku, sewaktu mereka membuang saudara kecilku.

Hari ini saya kedatangan orang, sekeluarga dan membeli aku. Sekarang semuanya akan berjalan baik! Mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan ramah, mereka telah memilihku. Mereka mempunyai makanan yang sangat enak dan tempat makanan yang sangat indah, dan anak perempuan mereka mengendong aku dengan sangat lembut di lengannya. Bapa dan Ibu mereka mengatakan, aku sangat cantik dan baik, dan memberi namaku LEA.

Aku juga diperbolehkan menjilat keluarga baruku, Ooh ... sangat indah rasanya. Dia memberiku pelajaran dengan ramah, apa yang boleh dan tidak boleh ku lakukan, mereka memberiku makan yang banyak, cinta kasih. Tidak ada yang kuinginkan lebih dari itu, bersamaan dengan orang-orang yang sangat baik sekali dan tidak ada yang lebih indah sewaktu aku bermain-main dengan anak perempuan mereka yang kecil, melompat kesana kemari dan ber-main2.

Pertemuan pertama dengan Dokter. Tempat itu sangat aneh, membuatku mual. Aku mendapatkan satu suntikan. Teman baikku, anak perempuan mereka yang kecil, memegangku dengan lembut sambil membisikan ketelinggaku : Ok .... sudah berlalu, dimana membuatku tidak tegang lagi. Kelihatannya Dokter itu mengatakan sesuatu yang menyedihkan ke orang yang aku sayangi, mereka kelihatannya sangat terpukul. Aku mendengar perkataan Dokter kira-kira “banyak kekurangan dan Dysplasie E” serta mengenai keadaan hatiku. Dia juga membicarakan tentang pembiak asal-asalan dan tidak pernah memeriksa kesehatan kedua orang tuaku. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan, akan tetapi aku merasakan sepertinya menjengkelkan melihat keluargaku sangat sedih mendengarnya.

Sekarang aku sudah 6 bulan. Semua teman-teman sejenisku sangat riang dan kuat, tetapi aku merasa kesakitan jika aku bergerak. Rasa sakitku tidak hilang-hilang, selain itu aku mengalami sesak napas, pada saat aku ingin ber-main2 dengan teman kecilku. Aku berharap, aku bertubuh kuat dan sehat, tatapi aku tidak sanggup. Ibu Bapa anak itu membicarakan mengenai diriku, membuat hatiku hancur melihat mereka semuanya bersedih hati.

Pada waktu yang bersamaan aku sering sekali dibawa ke Dokter dan selalu mendengar perkataan “genetis” dan “tidak bisa berbuat apa-apa”. Rasanya aku sangat ingin sekali bersama-sama keluargaku ber-main2 di panas matahari, ingin berlari dan melompat. Tetapi aku tidak bisa. Kemarin malam keadaanku sangat payah melebihi hari-hari biasanya. Aku sama sekali tidak bisa berdiri untuk minum dan hanya menjerit karena kesakitan.

Mereka mengangkatku ke mobil, semuanya menangis. Mereka sangat aneh ..... Apa yang terjadi? Apakah aku nakal? Apakah mereka marah padaku? Tidak ..... tidak, mereka menyanyangiku dengan lembut. Aaaach .... kapan rasa sakit ini sembuh! Akupun sama sekali sudah tidak mampu, menjilat air mata teman baikku di pipinya, tetapi aku masih bisa menjilat tangannya. Setelah tiba di Dokter, mereka meletakanku diatas meja. Meja Dokter di rumah sakit itu sangat dingin kurasa, aku merasa ketakutan. Mereka semua menangis membasahi buluku, aku merasa, betapa sayangnya mereka padaku. Dengan susah payah aku dapat juga menjilat tangan-tangan mereka. Dokter itu memberi banyak waktu pada hari ini dan sangat ramah, dan aku diberi suntikan, tiba-tiba aku merasa sakitku menghilang. Sahabat perempuan yang kecil itu memegangku dengan sangat lembut, sebuah suntikan kecil dilakukan ..... untunglah, rasa sakitnyapun pelan-pelan menghilang. Aku merasakan kedamaian yang mendalam dengan rasa terima kasihku.

Suatu mimpi : Aku melihat Ibuku, Abang2ku serta Kakak2ku diatas taman rumput hijau yang sangat luas. Mereka memanggilku. Sepertinya disana tidak mempunyai rasa sakit, hanya kedamaian dan bahagia. Lalu aku mengatakan pada Keluarga Manusiaku Selamat Jalan ... hanya satu kemungkinan yang aku tahu : mereka membungkusku dengan lembut dan memberi satu kecupan kecil, sambil berkata ..... selamat jalan Lea ......

Sebenarnya aku ingin hidup bersama kalian di tahun-tahun yang penuh dengan kebahagiaan, tetapi ini tidak bisa terjadi, malahan aku hanya membuat beban pada kalian. Maafkan aku, aku hanyalah barang dagangan manusia, seekor anak anjing bernama ..... Lea.

Ditulis oleh :

DR.- Ing. S. Leowardi VDI (Nucl.)
von White Sand Amour

 

 

--- oo ---

 

 Send to a friend Printable version Give Rate Comment
Comment:
*) My Name:
My E-mail:
*) Subject:
*) Comment:
1000 Character Maximum

*) Required fields
My Rate is:

Previous:

Senyum Sejenak ... Nice ... Fun
Pengertian IPO (Internationale Prueufungsordnung)
Pengertian BH (Begleitshund).
Information For Better Understanding
Tips Membeli Anakan Anjing Rottweiler

Next:

 
 
Brought to you by:
 
 
 
  Back to top
Back to top
 
     
© 2009 - 2017 KRI - Klub Rottweiler Indonesia
Pratama Capital Indonesia, PT.
Gedung Bapindo Plaza, Citibank Tower Lt. 20
Jl. Jend. Sudirman kav. 54-55, Jakarta 12190 - Indonesia
Phone: +62 21 527 5636, Fax: +62 21 527 5576
E-mail: info@rottweilerindonesia.com
Developed by: AnjingKita.com